Pages

Loading...

INDIKATOR KESEHATAN


INDIKATOR KESEHATAN
A.    DERAJAT KESEHATAN
1.      MORTALITAS:
  • 1.      Angka Kematian Bayi per-1.000 Kelahiran Hidup.
  • 2.      Angka Kematian Balita per-1.000 Kelahiran Hidup.
  • 3.      Angka Kematian Ibu Melahirkan per-100.000 Kela- hiran Hidup.
  • 4.      Angka Harapan Hidup Waktu Lahir
2.      MORBIDITAS:
  • 1.      Angka Kesakitan Malaria per-1.000 Penduduk
  • 2.      Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA+
  • 3.      Prevalensi  HIV  (Persentase  Kasus  Terhadap  Pen- duduk Berisiko)
  • 4.      Angka “Acute Flaccid Paralysis” (AFP) Pada Anak Usia <15 Tahun per-100.000 Anak
  • 5.      Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per-100.000 Penduduk
3.      STATUS GIZI:
  • 1.      Persentase Balita Dengan Gizi Buruk
  • 2.      Persentase Kecamatan Bebas Rawan Gizi
B.     HASIL ANTARA
  • Indikator hasil antara dan target yang hendak dicapai
1.      KEADAAN LINGKUNGAN:
  • 1.      Persentase Rumah Sehat
  • 2.      Persentase Tempat-tempat Umum Sehat
2.      PERILAKU HIDUP MASYARAKAT:
  • 3.      Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Ber- sih dan Sehat
  • 4.      Persentase Posyandu Purnama & Mandiri
3.      AKSES & MUTU PELAYANAN KESEHATAN:
  • 1.      Persentase Penduduk Yang Memanfaatkan Puskesmas
  • 2.      Persentase Penduduk Yang Memanfaatkan Rumah Sakit
  • 3.      Persentase Sarana Kesehatan Dengan Kemampuan Laboratorium Kesehatan
  • 4.      Persentase Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Spesialis Dasar
  • 5.      Persentase Obat Generik Berlogo Dalam Persediaan Obat

C.    PROSES DAN MASUKAN
1.      PELAYANAN KESEHATAN:


  • 1.      Persentase Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan
  • 2.      Persentase Desa Yang Mencapai “Universal Child Immunization” (UCI)
  • 3.      Persentase   Desa   Terkena   Kejadian   Luar   Biasa (KLB) Yang Ditangani <24 jam
  • 4.      Persentase Ibu Hamil Yang Mendapat Tablet Fe
  • 5.      Persentase Bayi Yang Mendapat ASI Eksklusif
  • 6.      Persentase Murid Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah Yang Mendapat Pemeriksaan Gigi dan Mulut
  • 7.      Persentase   Pekerja   Yang   Mendapat   Pelayanan Kesehatan Kerja
  • 8.      Persentase Keluarga Miskin Yang Mendapat Pelayanan Kesehatan
2.      SUMBER DAYA KESEHATAN:
  • 1.      Rasio Dokter Per-100.000 Penduduk
  • 2.      Rasio Dokter Spesialis Per-100.000 Penduduk
  • 3.      Rasio Dokter Keluarga 1.000 Keluarga
  • 4.      Rasio Dokter Gigi Per-100.000 Penduduk
  • 5.      Rasio Apoteker Per-100.000 Penduduk
  • 6.      Rasio Bidan Per-100.000 Penduduk
  • 7.      Rasio Perawat Per-100.000 Penduduk
  • 8.      Rasio Ahli Gizi Per-100.000 Penduduk
  • 9.      Rasio Ahli Sanitasi Per-100.000 Pddk.
  • 10.  Rasio   Ahli   Kesehatan   Masyarakat   Per-100.000 Penduduk
  • 11.  Persentase Penduduk Yang Menjadi Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
  • 12.  Rata-rata  Persentase  Anggaran  Kesehatan  Dalam APBD Kabupaten/ Kota
  • 13.  Alokasi Anggaran Kesehatan Pemerintah per-Kapita per-tahun (ribuan rupiah)
3.      MANAJEMEN KESEHATAN:
  • 1.      Persentase Kabupaten/Kota Yang Mempunyai Dokumen Sistem Kesehatan
  • 2.      Persentase Kabupaten/Kota Yang Memiliki “Contingency  Plan” Untuk  Masalah  Kesehatan  Akibat Bencana
  • 3.      Persentase  Kabupaten/Kota  Yang Membuat  Profil Kesehatan
  • 4.      Persentase Provinsi Yang Melaksanakan Surkesda.
  • 5.      Persentase  Provinsi  Yang Mempunyai  “Provincial Health Account”
4.      KONTRIBUSI SEKTOR TERKAIT:
  • 1.      Persentase Keluarga Yang Memiliki Akses Terha- dap Air Bersih
  • 2.      Persentase  Pasangan  Usia  Subur  Yang  Menjadi Akseptor Keluarga Berencana
  • 3.      Angka  Kecelakaan  Lalu-lintas  per-100.000  penduduk
  • 4.      Persentase Penduduk Yang Melek Huruf 

lihat juga artikel mengenai ilmu kesehatan masyarakat yang lain di blog ini

No comments:

Post a Comment